Kasda Kukar Kosong, ADD Tahap 3 Terancam Tak Dibayar
TENGGARONG, Belum direalisasikannya
pembayaran Anggaran Dana Desa (ADD) pada tahap 3 2017 senilai Rp63 miliar,
menuai gejolak seluruh perangkat desa se Kutai Kartanegara. Pasalnya, pencairan
dana ADD tahap 3 tersebut akan diperuntukan buat penghasilan tetap seluruh
perangkat desa, termasuk pembayaran honor RT, guru mengaji dan operasional
desa.
Harapan realisasi ADD tahap 3 sepertinya
tak bisa akan cair 100 persen, mengingat kondisi keuangan Kukar yang sedang
“sakit” bahkan Rabu (20/12) Kepala BPKAD Kukar Ahyani Fahdianur Diani menyebut
kondisi Kas Daerah (Kasda) Kukar lagi kosong.”Tak bisa kita paksakan, mau bayar
pakai apa, Kalau kondisi dana tidak ada,” kata Ahyani.
Seluruh kepala desa se Kukar sebut
Ahyani harus bisa memahami akan kondisi keuangan daerah yang lagi defisit,
sehingga dipaksakan untuk bisa dibayar 100 persen.
“Para kepala desa semestinya bisa
memaklumi kondisi keuangan Kukar. Tetapi bagaimanapun juga kami akan berupaya
untuk bisa menyelesaikan pemabayaran ADD ini, kami masih cari solusi,” kata
Ahyani.
Berdasarkan kalkulasi perhitungan
penerimaan DBH pada 2017 ini kisaran Rp2,1 triliun, sementara itu ADD yang
berdasar Peraturan Bupati (Perbup) tersebut kisaran Rp210 miliar, dari dana itu
tinggal Rp63 miliar yang belum kunjung dikucurkan.
Atas ketidakjelasan pencaiaran ADD
tersebut, para perangkat desa di Kukar
akan melakukan menyetopan pelayanan ke masyarakat.
Tindakan itu lantas menuai keprihatinan
Wakil Ketua DPRD Kukar H Rudiansyah. Rudiansyah menyinggung agar kepala desa
ingat dengan sumpah dan janji saat pelantikan sebagai seorang kepala desa.
“Kalau pelayanan tutup sampai dikorbankan,
ada lah masyarakatnya sendiri. Jangan sampai hal ini terjadi kita himbau
pelayanan tetap dijalankan seperti biasa,” papar H Rudiansyah.awi/poskotakaltimnews.com